Sabtu, 12 Agustus 2023

 

Margonda

 

Margonda,

Dadanya ditembus peluru Nika

Pada bulan Nopember 1945

Ia gugur sebagai pahlawan bangsa

 

Dengan nama marganya ia dilahirkan di Bogor

Dan dengan pasukannya ia bertempur di Depok

Daerah yang waktu itu tidak mau mengakui RI

Dan mengaku sebagai daerah berdiri sendiri

 

Margonda,

Teguh pendiriannya dan pemberani

Didadanya berkobar semangat proklamasi

Seakan-akan ia ingin berkata “Siapa yang tidak mengakui RI

Ia akan berhadapan dengan pasukan kami”

 

Percaya diri kendati senjata pasukan hasil usaha masing-masing

Entah itu senjata api, samurai atau bambu runcing

Bagi mereka rela berkorban jiwa raga, itulah yang penting

Agar Indonesia tidak dijajah bangsa asing

 

Margonda,

Dibakar semangat proklamasi

Ia dan pasukannya maju bertarung di medan tempur

Maju, terus maju, walau maut akan menanti

Bagi Republik Indonesia semangat mereka tak pernah mengendur

 

Pasukan merayap di antara belukar yang kelu

Margonda yang berada di tengah, maju terlebih dahulu

Sambil berjongkok dan pistol di tangan kanannya ia isyarati agar sayap

Kanan maju

Kemudian, sayap kiri pun ia isyarati untuk maju

 

Menjelang petang,

Dengan formasi satu saf, pasukan siap menyerbu

Belukar terkulai angin tidak berlalu

Tiap-tiap anggota pasukan menahan nafas masing-masing sambil berdoa

Menunggu komando dari Margonda

 

Nyala dan kilat api yang menyembur dari moncong-moncong senapan lawan

Sama sekali tidak akan mereka hiraukan

Yang mereka akan dengar letusan pistol ke udara disertai teriakan “Serang!”

Dan semburan timah panas pun akan mereka terjang

 

Margonda,

Sambil berteriak “merdeka”pasukan Margonda menyerang

Bambu runcing mengacung, senjata api menyalak dan samurai berkelabatan

Sebagian pasukan musuh lari lintang pukang

Meninggalkan temannya yang tewas dan pertahanan yang berantakan

 

Margonda

Beberapa anggota pasukannya gugur

Dan ia sendiri turut gugur

Maka pada hari itu menangislah ibu pertiwi

Dan diantar malaikat arwah mereka menghadap Ilahi


Margonda ….


Penulis; Ruchiyat Hamid 

Catatan;

Nika (NICA) Netherland Indies Civil Administration, Pemerintah Belanda ketika kembali ke Indonesia

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda