Waktu
Bangun Pagi di RS
Dari hari kehari
Darah dan air
nutrisi menetes dari tabung plastic putih
Lalu mengaliri urat-urat tubuhku yang sepi
Bagai penggali tambang yang menelusuri perut bumi
Aku terbaring diatas tempat tidur yang setia menemani
Nafas-nafas lemah yang kulepaskan sepanjang hari
Duduk berjuntai dirimbun pohon sambil menyapa angin yang asyik menyanyi
”Angin adakah kau dengar pesan illahi ?”
Di kamar putih RS ini
Kuresapi belai kasih Mu wahai Yang Maha Pengasih
Lewat dokter dan perawat yang berdedikasi
Lewat keluarga dan orang-orang yang beramal saleh
Pandanganku yang kabur berangsur terang
Kulihat orang-orang disekitar tersenyum riang
Kukira Izrafil telah terbang, lalu menghilang
Maka puji syukur menyembur keluar
„Ya Allah, Engkau telah datangkan para penolongku“
Engkau tidak perintahkan Izrafil menebas nyawaku
Maka segala puji hanyalah bagi Mu.
Ruchiyat Hamid


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda