Margonda
Margonda,
Dadanya ditembus peluru Nika
Pada bulan Nopember 1945
Ia gugur sebagai pahlawan bangsa
Dengan nama marganya ia dilahirkan di Bogor
Dan dengan pasukannya ia bertempur di Depok
Daerah yang waktu itu tidak mau mengakui RI
Dan mengaku sebagai daerah berdiri sendiri
Margonda,
Teguh pendiriannya dan pemberani
Didadanya berkobar semangat proklamasi
Seakan-akan ia ingin berkata “Siapa yang tidak
mengakui RI
Ia akan berhadapan dengan pasukan kami”
Percaya diri kendati senjata pasukan hasil usaha
masing-masing
Entah itu senjata api, samurai atau bambu runcing
Bagi mereka rela berkorban jiwa raga, itulah yang
penting
Agar Indonesia tidak dijajah bangsa asing
Margonda,
Dibakar semangat proklamasi
Ia dan pasukannya maju bertarung di medan tempur
Maju, terus maju, walau maut akan menanti
Bagi Republik Indonesia semangat mereka tak pernah
mengendur
Pasukan merayap di antara belukar yang kelu
Margonda yang berada di tengah, maju terlebih dahulu
Sambil berjongkok dan pistol di tangan kanannya ia
isyarati agar sayap
Kanan maju
Kemudian, sayap kiri pun ia isyarati untuk maju
Menjelang petang,
Dengan formasi satu saf, pasukan siap menyerbu
Belukar terkulai angin tidak berlalu
Tiap-tiap anggota pasukan menahan nafas masing-masing
sambil berdoa
Menunggu komando dari Margonda
Nyala dan kilat api yang menyembur dari
moncong-moncong senapan lawan
Sama sekali tidak akan mereka hiraukan
Yang mereka akan dengar letusan pistol ke udara
disertai teriakan “Serang!”
Dan semburan timah panas pun akan mereka terjang
Margonda,
Sambil berteriak “merdeka”pasukan Margonda menyerang
Bambu runcing mengacung, senjata api menyalak dan
samurai berkelabatan
Sebagian pasukan musuh lari lintang pukang
Meninggalkan temannya yang tewas dan pertahanan yang
berantakan
Margonda
Beberapa anggota pasukannya gugur
Dan ia sendiri turut gugur
Maka pada hari itu menangislah ibu pertiwi
Dan diantar malaikat arwah mereka menghadap Ilahi
Margonda ….
Catatan;
Nika (NICA) Netherland Indies Civil Administration,
Pemerintah Belanda ketika kembali ke Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar